Diklat Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tahun 2011

     Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan. Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan.

 

Pendidikan dan Pelatihan Teknis Tenaga Pengelolaan Perpustakaan Tahun 2014

Dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan staf perpustakaan (pustakawan) dalam mengelola perpustakaan sehingga memiliki keterampilan yang baik di bidang pekerjaannya masing-masing, maka Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Tenaga Pengelolaan Perpustakaan se-Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2014.

Pelatihan dilaksanakan dengan cara tatap muka perkuliahan, diskusi, praktek serta kunjungan (studi banding). Peserta pelatihan akan memperoleh pembekalan materi tentang pengetahuan dasar perpustakaan, kegiatan teknis pengelolaan bahan pustaka, otomasi perpustakaan, kepustakawanan dan manajemen perpustakaan.

Pelatihan dilaksanakan selama 6 (enam) hari pada tanggal 15-20 September 2014, bertempat di Hotel Citra Mulia Palu yang diikuti oleh tenaga pengelola perpustakaan umum, sekolah, instansi kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Pelatihan ini dibimbing langsung dan dipandu oleh beberapa orang tim pengajar dari Perpustakaan Nasional RI dan Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang sudah berpengalaman di bidang Perpustakaan.

Layanan Storytelling sebagai Media Promosi Perpustakaan

Dalam rangka membudayakan minat baca masyarakat Sulawesi Tengah diawalai dari anak usia dini dalam bentuk bercerita untuk anak, Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menganggap perlu untuk mengadakan kegiatan layanan storytelling bagi anak-anak TK maupun PAUD untuk wilayah Kota Palu dan sekitarnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca pada anak karena disajikan dengan berbagai treatment yakni penyampaian cerita tidak hanya dibacakan langsung, tetapi dapat juga melalui aksi drama, bernyanyi dan lain-lain. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, membangkitkan emosi, member inspirasi, memunculkan perubahan, menumbuhkan kekuatan pikiran bahkan dapat menyembuhkan sehingga dapat membantu anak untuk mengembangkan sistem nilai etika, moral, hormat pada orang tua dan cinta tanah air.
Storytelling merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai pada anak yang dilakukan tanpa perlu menggurui sang anak. Storytelling merupakan suatu proses kreatif anak-anak yang dalam perkembangannya, senantiasa mengaktifkan bukan hanya aspek intelektual saja tetapi juga aspek kepekaan, kehalusan budi, emosi, seni, daya berfantasi, dan imajinasi anak yang tidak hanya mengutamakan kemampuan otak kiri tetapi juga otak kanan.
Berbicara mengenai storytelling, secara umum semua anak-anak senang mendengarkan storytelling, baik anak balita, usia sekolah dasar, maupun yang telah beranjak remaja bahkan orang dewasa. Dalam kegiatan storytelling, proses bercerita menjadi sangat penting karena dari proses inilah nilai atau pesan dari cerita tersebut dapat sampai pada anak.
Pada saat proses storytelling berlangsung terjadi sebuah penyerapan pengetahuan yang disampaikan pencerita kepada audience. Proses inilah yang menjadi pengalaman seorang anak dan menjadi tugas pencerita untuk menampilkan kesan menyenangkan pada saat bercerita. Storytelling dengan media buku, dapat digunakan pencerita untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap buku. Banyak diantaranya tidak menyadari bahwa cara mengajar kepada anak dapat menimbulkan kesan tidak menyenangkan pada saat mengenal buku. Namun dengan storytelling pengalaman berbeda akan dirasakan oleh seorang anak. Melalui storytelling, seorang anak akan belajar membaca tanpa perlu merasa dipaksa untuk melakukannya.
Layanan storytelling di perpustakaan biasanya digunakan untuk promosi perpustakaan yaitu dengan memberikan layanan khusus bagi anak. Layanan anak ini diberi ruang tersendiri yang terpisah dengan layanan remaja dan dewasa. Ruang layanan anak dapat disulap menjadi dunia anak yang tidak jauh dari bermain. Dunia, dimana semua anak memiliki peluang cukup besar untuk mengembangkan kapasitas individual mereka dalam lingkungan yang mendukung. Dunia yang mendorong perkembangan fisik, psikologis, spiritual, sosial, emosional, kognitif dan budaya anak-anak. Dengan memberikan layanan storytelling ini berarti perpustakaan telah berupaya untuk menumbuhkan minat baca pada anak sedini mungkin.

Layanan Perpustakaan Keliling

Sebagai salah satu bentuk perluasan layanan perpustakaan adalah dengan pengantaran koleksi bahan pustaka kepada pengguna perpustakaan melalui layanan perpustakaan keliling. Layanan perpustakaan keliling menjadi suatu kebutuhan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan minat baca masyarakat menuju budaya baca dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk membudayakan masyarakat membaca dan masyarakat belajar (reading society), peran perpustakaan keliling menjadi sangat penting dan strategis karena terhimpun bahan pustaka dari berbagai disiplin ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang dikunjungi, oleh karena perpustakan keliling berfungsi memberikan informasi kepada masyarakat pemakai yang tidak terjangkau oleh layanan tempat menetap sehingga menjangkau masyarakat terpencil dan pedalaman.
Pada tahun 2014, Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Layanan perpustakaan keliling pada dua kabupaten/kota yaitu Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri dari pejabat fungsional pustakawan dan staf dengan menggunakan alat transportasi (kendaraan) yang dirancang sesuai kondisi wilayah dan alam setempat yang menjadi titik lokasi pelayanan. Layanan dilaksanakan pada 32 titik lokasi layanan pada masing-masing kabupaten/kota yang terdiri dari Sekolah/Madrasah, Panti Asuhan, Asrama, serta Kantor Desa/Kelurahan.

Kunjungan Kepala BPADD Sulteng ke Perpusnas RI

Kepala badan bersama dengan kepala bidang dan staf melakukan konsultasi te